top of page
  • Geosinindo Team

Geotube Adalah Material dari Bahan Geotextile, Apa Kegunaannya?


Geotube Adalah Material dari Bahan Geotextile, Apa Kegunaannya?

Disebut geotube karena material yang digunakan adalah geotextile tube, yaitu kantong besar berbentuk tabung yang terbuat dari geotextile berpori dan diisi dengan bubur pasir (sand slurry). Bahan yang digunakan juga sudah pasti tahan cuaca.


Geotextile tube, atau disebut juga tabung geotekstil, dikenal sebagai salah satu material terbaik yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, salah satu yang paling utama adalah untuk melindungi garis pantai dan bahkan untuk membuat struktur bawah air.


Nah, geotube direkomendasikan karena pengerjaannya mudah, tahan lama, dan biaya yang dikeluarkan juga relatif terjangkau. Lantas, apa itu geotube? Bagaimana dengan material geotextile? Apa saja kegunaannya? Mari simak informasi selengkapnya!


Mengenal apa itu geotube

Geotube adalah istilah lain dari geotextile tube, yaitu sebuah kantong besar—biasanya berbentuk tabung atau kantong memanjang—yang terbuat dari anyaman geotekstil berpori. Gampangnya, geotube adalah kantong pasir versi lebih kuat, lebih tahan lama, dan ideal digunakan untuk konstruksi.


Biasanya, geotube umum digunakan di berbagai proyek sipil, khususnya untuk pengendalian erosi. Upaya pengendalian erosi dengan geotube mencakup pembuatan tanggul, dinding penahan air, waduk, stabilisasi, dan tentu saja pengendalian erosi pantai.


Membangun geotube di bibir pantai adalah salah satu cara melindungi garis pantai agar tidak semakin mundur karena naiknya permukaan air laut. Geotextile tube juga dapat digunakan untuk membuat tembok laut, biasanya diperlukan untuk mengeringkan area konstruksi sementara.


Itulah kenapa geotextile, material yang digunakan untuk pembuatan geotube, harus dipastikan kuat dan tahan lama. Geotextile juga harus berpori (permeabel) agar bisa menahan pasir di dalamnya, tapi tidak sampai memerangkap air. Karenanya, penting untuk memilih material geotextile yang kuat dan sesuai dengan kebutuhan konstruksi.


Produksi geotube biasanya dimulai dengan membuat tabung geotextile sesuai yang dibutuhkan. Lalu, tabung geotextile tersebut diisi dengan campuran bubur pasir dan air. Pengisian biasanya menggunakan sistem hidrolik untuk memastikan bahwa pasir bisa mengisi setiap area kantong hingga padat.


Setelahnya, air di dalam tabung geotextile tersebut akan keluar melalui pori-pori, menyisakan pasir yang mengendap dan memadat. Pasir inilah yang kemudian berfungsi sebagai penahan air dari area luar dan semacamnya.


Geotube adalah metode dewatering yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan atau aplikasi. Dengan metode pengeringan yang tepat, pasir dapat dipadatkan di satu lokasi, volumenya juga bisa dikurangi dengan meningkatkan konsentrasi padatan. Jadi, jumlah air dalam kantong bisa dikuras sampai mendekati kering sepenuhnya.


Fungsi geotube adalah untuk mencegah erosi, benarkah?

Sesuai fungsinya, geotube digunakan untuk memastikan suatu area tetap kering dan terlindungi dari air luar. Biasanya, geotube digunakan untuk proyek konstruksi yang membutuhkan pengeringan area, bisa untuk sementara waktu maupun sampai seterusnya.

Secara umum, berikut beberapa fungsi geotube yang umum ditemui:

  • Menciptakan pulau buatan

  • Reklamasi lahan

  • Pembuatan bendungan

  • Pembuatan tanggul

  • Pengendalian erosi pantai (garis pantai)

  • Pemecah gelombang pantai

  • Pembuatan anjungan

  • Struktur lepas pantai

  • Pengerjaan perlindungan tepian sungai

  • Pemotongan dan penimbunan dalam konstruksi perlindungan lereng

  • Pembangunan lahan basah

  • Pengolahan air limbah dan penyimpanan limbah sementara

  • Pembuangan limbah padat dan lumpur yang terkontaminasi

Di antara sekian fungsi tersebut, geotube bisa jadi pilihan terbaik untuk mencegah erosi, khususnya erosi garis pantai. Geotube dipilih karena jadi salah satu solusi mudah dan sederhana, tentunya dengan daya tahan yang sudah teruji.


Untuk mengatasi erosi pantai, geotube dapat menyerap dampak dari gelombang dan mengurangi kekuatan hantaman gelombang. Jadi, erosi garis pantai bisa diminimalisir dengan sangat efektif menggunakan teknologi geotube yang efisien dan ramah biaya.


Jika perlu, geotube juga dapat digunakan untuk mencegah erosi tanah lainnya, misalnya di tepi sungai yang berarus deras, atau untuk mencegah erosi tanah akibat hujan yang jika dibiarkan bisa menyebabkan tanah longsor.


Fungsi geotube untuk pengolahan limbah, bisakah?

Teknologi geotube, selain digunakan untuk konstruksi pencegahan erosi dan abrasi, juga dapat digunakan untuk pengolahan limbah. Bahkan geotube sudah sangat umum digunakan di seluruh dunia sebagai salah satu teknik pengolahan limbah air.


Geotube dapat digunakan untuk mengeringkan (dewatering) lumpur primer dan sekunder atau luapan lumpur dari instalasi pengolahan limbah perkotaan. Geotube juga dapat mengurangi limbah lumpur pertanian, sehingga efektif untuk menyediakan air bersih dan mengurangi masalah bau dan masalah serangga.


Tidak hanya itu, geotube juga umum digunakan di berbagai industri, termasuk di rumah potong hewan dan pabrik kertas. Dalam hal ini, pemilihan jenis kantong geotube sangat penting untuk efisiensi kerja.


Keunggulan geotube

Ada banyak keunggulan menggunakan geotube sebagai salah satu metode pengeringan. Geotextile yang digunakan biasanya sudah teruji kuat dan tahan lama. Menariknya, ukuran geotube juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan konstruksi.

Proses pemasangan geotube juga mudah karena bisa dilakukan on-site atau di lokasi secara langsung. Bentuk geotube pun fleksibel, cocok untuk mengemat ruang dan sesuai untuk area konstruksi yang terbatas.

Berikut beberapa keunggulan penggunaan geotube secara umum:

  • Geotube adalah teknologi yang sangat efektif, reduksi volume tinggi, begitu juga dengan retensi padatannya.

  • Tabung geotube dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhan, bisa juga disesuaikan dengan bujet.

  • Geotube mudah dibongkar jika diperlukan, bahkan pembuangan isian pasir juga mudah.

  • Geotube jadi solusi yang efisien dan serbaguna untuk berbagai keperluan.

  • Mengurangi risiko operasional.

  • Tahan dalam segala kondisi cuaca.

  • Hemat biaya produksi dan hemat biaya perawatan.

  • Bentuk geotube dapat menyesuaikan dengan permukaan tanah, cocok untuk area dengan kontur tidak stabil.

  • Proses pemasangan mudah, hemat waktu.

Poin-poin keunggulan tersebut membuktikan bahwa geotube adalah metode dewatering yang sangat efektif, ramah lingkungan, dan hemat biaya produksi. Tidak heran jika teknik ini umum digunakan untuk berbagai keperluan konstruksi, bahkan umum digunakan pula untuk pengolahan air limbah.


Geotube dan geobag, apa bedanya?

Selain geotube, ada pula solusi pengeringan lain yang disebut geobag. Sekilas, bentuk keduanya terlihat sama, tapi ada beberapa perbedaan penting yang perlu diperhatikan, seperti:

  • Geotube biasanya berukuran lebih besar dengan volume tampung yang lebih tinggi, sedangkan geobag berukuran lebih kecil sehingga volume tampung sedikit lebih kecil.

  • Geotube umum digunakan untuk area luas, seperti bibir pantai yang cukup panjang, sementara geobag bisa digunakan di bibir pantai yang cukup pendek atau digunakan di sungai.

  • Geotube lebih cocok digunakan dalam proyek besar, sedangkan geobag lebih ramah digunakan dalam proyek kecil karena bentuk dan ukurannya yang kecil dan lebih fleksibel.

  • Geobag umum digunakan untuk penguatan lereng, sementara geotube lebih umum digunakan untuk menahan abrasi pantai.

  • Geobag, karena berukuran kecil, tidak efektif untuk dewatering. Sementara itu, geotube sangat cocok untuk dewatering atau pengeringan, sehingga umum digunakan dalam proyek.

Selain itu, perbedaan utama antara geobag dan geotube adalah bentuk dan ukurannya. Ukuran geobag biasanya seragam dan sudah ditentukan, mirip seperti kantong pasir pada umumnya. Jadi, untuk melindungi area tertentu, dibutuhkan banyak geobag yang ditumpuk atau dipasang berdekatan hingga membentuk dinding pasir buatan.


Alhasil, geobag lebih cocok digunakan untuk area kecil yang membutuhkan penyusunan bertumpuk atau area dengan kontur tidak rata. Pembuatan geobag juga hampir sama dengan kantong pasir biasa, yaitu dengan sistem jahit di kedua sisi.


Nah, geotube berukuran jauh lebih besar dan panjang sehingga tidak banyak sambungan jahit. Jadi, geotube lebih cocok untuk area luas dengan tepian merata, seperti bibir pantai. Geotube juga sangat dianjurkan dalam pengolahan air limbah atau air lumpur terkontaminasi.


Tahap pengaplikasian geotube

Seperti yang disinggung di atas, salah satu keunggulan geotube adalah bentuknya yang fleksibel dan pemasangan yang mudah. Sistem geotube termasuk dalam konstruksi sederhana karena tidak membutuhkan pengoperasian khusus.

Bahkan, geotube juga dapat diangkut ke area-area lain jika memang dibutuhkan. Pengaplikasian geotube pun dapat disesuaikan dengan kebutuhan volume dan ruang konstruksi. Jika diperlukan, geotube juga bisa dibongkar kembali dengan mudah.

Pengaplikasian atau pemasangan geotube secara umum terbagi dalam empat tahap, yaitu:

1. Placing

Kantong atau kain geotube dibawa terlebih dahulu ke area konstruksi. Setelahnya, kantong geotube tersebut diposisikan memanjang sesuai dengan kebutuhan, bisa juga disesuaikan dengan kontur area konstruksi.


2. Filling

Dalam tahap filling atau pengisian, material bubur pasir dipompa ke dalam wadah geotube. Pemompaan dilakukan menggunakan mesin selama beberapa kali untuk memastikan pengisian padat.

Selanjutnya, jika dirasa perlu, ditambahkan material polimer ramah lingkungan ke dalam bubur pasir atau lumpur tersebut untuk membantu proses pemadatan pasir dan pemisahan air. Pemilihan polimer harus dipastikan tepat dan sesuai dengan kebutuhan.


3. Dewatering

Selanjutnya, air didorong keluar dari tabung pasir tersebut. Pada tahap inilah teknik hidrolik mungkin diperlukan. Air akan mengalir keluar dari wadah geotube melalui pori-pori geotextile yang sebelumnya sudah dibuat secara khusus. Volume tabung juga mungkin berkurang seiring dengan keluarnya air.

Proses filling dan dewatering ini bisa dilakukan berulang kali untuk memastikan bahwa kantong geotube tersebut terisi dengan padat dan penuh. Bahkan biasanya proses dewatering dibiarkan berlangsung cukup lama jika memang tidak ada target waktu pengerjaan.


4. Konsolidasi

Setelah siklus terakhir pengisian, material pasir di dalam geotube akan semakin padat karena proses pengeringan. Alhasil, volume geotube bisa mengecil saat sudah penuh dengan pasir/material pengisi, serta air sudah benar-benar dikuras keluar. Pada tahap ini, geotube sudah siap digunakan.


Beberapa contoh penerapan geotube

Fungsi utama geotube adalah sebagai salah satu metode dewatering, yaitu untuk memastikan suatu area tetap kering dan terlindungi dari pengikisan air. Berikut beberapa contoh penerapan geotube secara umum:

1. Tanggul

Geotube dapat digunakan untuk membuat tanggul, yaitu area miring untuk melindungi permukaan air. Biasanya, tanggul digunakan untuk mengontrol permukaan air sungai, tapi juga bisa digunakan untuk area yang lebih luas, seperti pantai.


2. Breakwater

Breakwater adalah struktur yang dibangun di area tepi pantai untuk melindungi bibir pantai dari aktivitas pasang-surut, arus air laut, dan tentu saja gelombang atau ombak. Breakwater biasanya dibuat dari struktur semen solid yang ditumpuk sesuai ketinggian tertentu, tapi bisa juga dibuat menggunakan geotube.


3. Jetty

Jetty adalah struktur buatan yang menjorok dari tepi pantai ke laut, bisa juga disebut tanjung buatan. Biasanya, jetty berbentuk jembatan atau anjungan memanjang yang bisa digunakan untuk perahu bersandar. Membangun jetty cukup sulit karena harus dipastikan pondasi tertanam kuat. Nah, geotube dapat digunakan dalam proses konstruksi tersebut.


4. Reklamasi daratan

Geotube juga bisa jadi salah satu metode efektif untuk reklamasi daratan, yaitu proses pembuatan daratan baru dari area dasar laut atau sungai. Nah, geotube dapat dipasang di sekeliling tanah reklamasi tersebut. Nantinya, tanah akan dikeringkan dan dikerjakan dengan tahap konstruksi berikutnya.


5. Mencegah erosi

Geotube juga sangat efektif digunakan untuk melindungi bibir pantai dari ancaman erosi. Permukaan air laut umum mengalami kenaikan, belum lagi memperhitungkan siklus pasang-surut yang bisa mengikis permukaan pantai. Nah, geotube dapat melindungi pantai dari ancaman erosi tersebut.


6. Penambangan dan pengolahan mineral

Geotube alias geotextile tube juga dapat digunakan dalam sektor pertambangan, seperti untuk mengurangi air di area kolam galian, atau untuk menyaring air kembali dan memisahkannya dengan lumpur. Proyek pertambangan besar umum menggunakan teknologi geotube.


7. Mengolah limbah

Selain dalam proyek konstruksi, geotube juga dapat digunakan untuk mengolah limbah, seperti limbah lumpur. Limbah lumpur tersebut dapat dipompa ke dalam kantong geotube, lalu dikeringkan. Selanjutnya, limbah yang sudah kering akan lebih mudah diolah.


8. Konstruksi air lainnya

Selain pembuatan jetty dan breakwater, teknik geotube juga aman digunakan sebagai tahap awal dalam konstruksi air atau konstruksi lepas pantai lainnya, misalnya upaya penanaman pondasi jembatan, pembangunan lepas pantai, dan semacamnya.


Kenapa menggunakan geotube?

Geotube terbuat dari kain geotextile yang terbukti kuat, tapi masih permeabel (berpori-pori), dan sanggup menahan tekanan dalam proses pengisian dan pengeringan (dewatering). Beberapa industri, seperti pengolahan air, konstruksi, dan perlindungan garis pantai menggunakan geotextile tube secara rutin.


Ini membuktikan bahwa geotube aman digunakan dan bahkan dianjurkan. Geotube juga fleksibel dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Sebenarnya, kenapa geotube jadi pilihan yang dianggap paling cocok? Berikut beberapa alasannya.


Kecepatan dan efisiensi

Apa pun industrinya, waktu adalah uang, dan geotube dibuat untuk mengatasi persoalan tersebut. Instalasi geotube terbilang cepat dan efisien karena tidak membutuhkan alat-alat khusus dengan teknologi tinggi.


Selain itu, ukuran dan bentuk geotube juga bisa disesuaikan agar lebih ideal dengan proyek Anda. Pengisian bubur pasir ke dalam geotube juga cenderung cepat karena biasanya geotube dilengkapi dengan beberapa lubang isi sekaligus.


Ukuran dapat disesuaikan

Seperti yang disinggung di atas, kain geotextile untuk geotube dapat diproduksi khusus sesuai dengan kebutuhan konstruksi. Proses pengiriman kain juga sangat efisien karena dapat ditumpuk, digulung, atau dimasukkan ke dalam boks.


Artinya, pengerjaan khusus ini memastikan bahwa proyek konstruksi bisa dilakukan dengan lebih efektif. Anda tidak membutuhkan bermacam-macam peralatan dewatering yang mungkin jauh lebih mahal.


Mudah dioperasikan

Instalasi geotube juga jauh lebih mudah daripada teknik dewatering lainya. Anda hanya perlu memosisikan geotube sepanjang area yang dibutuhkan, menggunakan pompa untuk mengisi kantong tersebut, lalu mengeringkan airnya.


Teknik ini juga tidak membutuhkan perawatan khusus. Jadi, dari sudut pandang bisnis, kemudahan instalasi dan perawatan akan memberikan keuntungan lebih. Bahkan, kantong geotube yang sudah pernah digunakan mungkin dapat digunakan kembali jika keperluan yang sebelumnya sudah tuntas.


Ramah lingkungan (eco-friendly)

Industri apa pun yang menggunakan tabung geotekstil dipastikan telah berupaya mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Teknik dewatering ini memang disukai karena ramah lingkungan dan ramah kantong.

Instalasi geotube tidak membutuhkan mesin berat maupun banyak air. Air yang digunakan pun akan disaring kembali keluar. Dalam keperluan tertentu, air yang sudah disaring dapat kembali digunakan.


Material super

Geotube diproduksi dengan material geotekstil yang sangat kuat, tahan lama, dan efisien, apalagi jika Anda menggunakan geotekstil dari Geosinindo. Geotekstil yang digunakan memang harus dipastikan tahan berbagai kondisi dan awet untuk jangka panjang.

Di Geosinindo, ada dua pilihan material geotextile yang bisa Anda gunakan untuk keperluan konstruksi Anda, yaitu woven geotextile dan non-woven geotextile. Keduanya sama-sama kuat dengan fungsinya masing-masing.


Woven geotextile adalah struktur tekstil yang diproduksi dengan menjahit dua set atau lebih elemen, seperti benang, serat, roving, atau filamen. Elemen-elemen tersebut saling bersilangan untuk membentuk struktur yang kuat dan stabil.


Sementara itu, non-woven geotextile adalah struktur tekstil acak yang dihasilkan oleh ikatan serat atau interlocking serat. Proses pembuatannya dilakukan dengan metode mekanis, kimiawi, atau thermal. Ketahanan non-woven geotextile sama kuatnya dengan material lain.

Kedua produk geotextile tersebut dapat digunakan untuk berbagai aplikasi dan keperluan sebagai berikut:

  • Konstruksi jalan

  • Basal reinforcements

  • Penopang lereng dan dinding

  • Tanggul bertumpuk

  • Reklamasi

  • Pemecah gelombang

  • Bendungan tanah

  • Infrastruktur irigasi

  • Konstruksi jalur kereta api dan lapangan udara

  • Platform konstruksi

  • Lapangan olahraga

  • Sistem TPA

  • Stabilisasi tanah lunak


Nah, Anda bisa mendapatkan produk-produk geotextile berkualitas tersebut di Geosinindo, termasuk untuk kebutuhan geotube atau geotextile tube. Dapatkan produk geotextile tube terbaik untuk kebutuhan Anda. Geosinindo sudah berpengalaman selama puluhan tahun dengan pemahaman komprehensif mengenai bahan geosintetik terbaru dan aplikasinya.

bottom of page