top of page
  • Geosinindo Team

Penampung Air Hujan: Jenis dan Cara Membuatnya


Penampung Air Hujan: Jenis dan Cara Membuatnya

Demi menghemat tagihan air, banyak orang memilih untuk memanen air hujan atau rain harvesting. Sesuai namanya, rain harvesting adalah aktivitas mengumpulkan air hujan untuk kemudian digunakan kembali. Penggunaan air hujan ini biasanya untuk menyiram tanaman, irigasi ladang, dan penggunaan lainnya. Dalam praktiknya, penampung air hujan ini bisa menggunakan tangki air maupun kolam buatan yang dilapisi dengan geomembrane.



Manfaat penampungan air hujan

Salah satu manfaat utama dari instalasi penampung air di hujan rumah tentu saja bisa menghemat tagihan air. Jika sebelumnya segala kebutuhan mengharuskan Anda untuk menggunakan air PDAM, maka sekarang tidak perlu sepenuhnya bergantung pada sumber air tersebut.

Selain itu, penggunaan air dari penampung air hujan juga bermanfaat bagi lingkungan karena bisa mengurangi potensi banjir, erosi, dan kontaminasi air tanah. Lantas, bagaimana cara menampung air hujan?


Cara kerja penampung air hujan

Cara kerja penampung air hujan sederhana yang biasa terpasang di rumah tidak sulit untuk dipahami. Pertama, air akan ditangkap oleh permukaan yang luas, misalnya saja atap rumah, untuk disalurkan ke dalam satu pipa dengan menggunakan talang air. Kemudian, pipa tersebut tersambung ke tempat penyimpanan air hujan berupa tangki yang sudah disiapkan sebelumnya.

Saat berada di tangki, air hujan sebenarnya sudah bisa digunakan untuk keperluan non-higienis, seperti menyiram tanaman atau mengisi kolam di taman. Namun, jika air yang dibutuhkan adalah air bersih, maka dibutuhkan sistem filtrasi yang menyaring air tersebut untuk kemudian ditransfer ke tangki air bersih.


Jenis penampungan air hujan

Dalam membuat sistem penampungan air hujan, ada dua tipe konfigurasi pipa dan tangki air yang bisa Anda pilih. Kedua sistem tersebut dinamakan sistem pipa basah dan sistem pipa kering. Berikut penjelasannya:

1. Sistem pipa basah

Pada sistem pipa basah, air hujan dari atap rumah akan ditampung pada tangki air yang diletakkan jauh dari rumah. Dengan begitu, desain rumah dan sistem pipa bisa tampak lebih rapi karena tangki dapat diletakkan di mana saja. Nantinya, pipa yang mengarahkan air dari atap rumah ke tangki bisa disembunyikan di dalam tanah untuk menambah kesan kerapian tadi.

Sistem ini disebut pipa basah karena saat hujan tidak datang, di dalam pipa masih terdapat sisa air yang menumpuk dan tidak masuk ke dalam tangki. Akibatnya, diperlukan saluran pengurasan agar air yang sudah lama menumpuk di dalam pipa bisa keluar. Kekurangan lain dari sistem satu ini adalah air yang mengendap tersebut berpotensi untuk menjadi sarang nyamuk, serta biaya aplikasi yang mahal karena membutuhkan sistem yang lebih kompleks.

2. Sistem pipa kering

Berbeda dari sistem pipa basah, sistem ini mengharuskan tangki untuk terletak di dekat atap rumah. Dengan begitu, pipa bisa tetap kering karena seluruh air yang masuk akan ditampung ke dalam tangki air. Jadi, saat tidak ada hujan, endapan air juga tidak ada di dalam pipa.

Selain itu, instalasinya pun relatif lebih murah karena tidak memerlukan terlalu banyak pipa. Satu-satunya kekurangan dari sistem ini adalah akan mengganggu desain rumah karena tangki yang terletak dekat dengan rumah, serta pipa yang tidak bisa disembunyikan di dalam tanah.


Cara membuat penampungan air hujan

Untuk membuat penampungan air hujan, beberapa alat yang dibutuhkan adalah talang air, pipa, tangki air, serta pompa air. Selanjutnya, pemasangan alat-alat tersebut bisa dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Jika ingin rumah tampak rapi, disarankan menggunakan sistem pipa basah. Namun, jika lebih mengutamakan biaya yang murah, maka disarankan memasang penampung air hujan dengan sistem pipa basah.

Selain cara tersebut, cara lainnya untuk menampung air hujan adalah dengan bahan geosintetik berupa geomembrane. Caranya cukup mudah, Anda hanya perlu menggali kolam buatan, kemudian melapisinya dengan bahan geomembrane. Material ini berfungsi untuk menjaga air agar tidak meresap ke dalam tanah. Nantinya, Anda bisa menggunakan air ini untuk berbagai macam keperluan, misalnya saja irigasi pertanian.


Jadi, itulah dia beberapa manfaat penampung air hujan dan kenapa Anda harus memilikinya. Bagaimana, tertarik untuk membuat penampung air hujan di rumah? Atau mungkin, Anda ingin membuat penampung hujan untuk ladang?

Bagi Anda yang ingin membuat penampung air hujan dengan metode kolam buatan, jangan lupa untuk menggunakan geomembrane yang berkualitas, ya. Jadi, air tidak akan mudah merembes ke tanah. Misalnya, Anda bisa menggunakan geomembrane dari Geosinindo. Geomembrane ini dibuat dengan bahan berkualitas baik yang kedap air dan tahan lama. Ingin tahu lebih jauh mengenai produk Geosinindo ini? Hubungi kami di sini!


Commenti


bottom of page