• Geosinindo Team

Mengenal Struktur Tanah: Fungsi, Jenis, Tekstur, dan Solusi Permasalahan Tanah

Diperbarui: 2 hari yang lalu


Mengenal Struktur Tanah

Pada proses pembangunan sebuah infrastruktur, tim pekerja biasanya melakukan survei terlebih dulu untuk melihat kondisi tempat yang akan dijadikan lokasi pembangunan. Mereka akan melihat kondisi jalan, sumber air, dan tentunya struktur tanah. Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat jenis dan tekstur tanah serta permasalahan yang kemungkinan bisa muncul terkait kondisi tanah.

Pasalnya, sering kali struktur tanah tidak cukup kuat sehingga rawan terjadi longsor atau ambles. Bahkan untuk pembangunan di daerah dekat perairan, biasanya tanahnya masih dipenuhi air hingga berbentuk rawa-rawa. Lalu, bagaimana Anda dapat menemukan solusi dari masalah yang muncul? Apa saja peralatan yang bisa Anda gunakan untuk mendukung kondisi tanah yang kurang baik saat pembangunan? Simak ulasannya di bawah ini!


Apa itu struktur tanah?

Terdapat sejumlah ahli yang memberikan pengertian tentang struktur tanah. Hardjowigeno menjelaskan bahwa struktur tanah adalah sifat fisik tanah yang menunjukkan kondisi partikel-partikel tanah. Partikel ini bergabung dengan satu sama lain untuk membentuk agregat dari hasil proses pedogenesis. Sementara itu, Bambang Utoyo mengartikan struktur tanah sebagai susunan gumpal tanah menjadi bentuk-bentuk tertentu.

Jika diambil dari pengertian para ahli di atas, struktur tanah bisa diartikan sebagai susunan gumpalan tanah yang bergabung dan membentuk pola tertentu akibat hasil dari perbuatan alam maupun kegiatan manusia.

Struktur tanah harus diteliti sebelum pembangunan dilakukan untuk melihat kemungkinan masalah yang dapat muncul selama pembangunan, sampai meneliti efek dari infrastruktur terhadap struktur tanah dan lingkungan sekitarnya. Hal ini terjadi mengingat maraknya pembangunan gedung atau infrastruktur di daerah yang memiliki fungsi penting bagi lingkungan, seperti daerah resapan air atau daerah buffer (daerah yang mengelilingi objek alam tertentu).

Pembangunan di daerah tersebut dapat berdampak banyak bagi lingkungan dan masyarakat yang menghuninya. Oleh karena itu, diperlukan penelitian secara mendalam untuk mengetahui apakah pembangunan dapat dilakukan di daerah tersebut, serta efek samping yang dapat ditimbulkan dari infrastruktur setelah dibangun.


Fungsi mengetahui struktur tanah

Meneliti struktur tanah memegang peranan tersendiri sebelum melakukan pembangunan. Fungsi pertama adalah Anda dapat mengetahui berbagai jenis kegiatan yang bisa dilakukan di atas tanah tersebut. Misalnya, tanah berkerikil dan memiliki kandungan struktur tanah liat biasanya kurang baik untuk pembangunan properti, sehingga biasanya harus dilakukan penyesuaian dari segi pondasi.

Struktur tanah dengan kondisi yang tidak kuat juga tidak mendukung pembangunan properti karena rawan terjadi longsor. Umumnya, struktur tanah seperti ini ditemukan di daerah pegunungan. Kondisinya cenderung sarat dengan air sehingga tidak bisa menahan gaya gravitasi dalam jumlah besar. Hasilnya, cukup satu kali hujan dengan intensitas sedang, maka tanah bisa berisiko longsor dalam waktu singkat.

Oleh karena itu, diperlukan pengerukan ulang, lalu ditimbun kembali dengan material tanah yang lebih kuat untuk mendukung pembangunan properti. Namun, struktur tanah seperti ini justru mendukung perairan atau irigasi. Hal ini terjadi karena material sudah mengandung air sehingga dapat mempermudah proses penggalian dan pengaliran. Faktor inilah yang membuat perkebunan sejumlah komoditi dilakukan di atas gunung karena irigasi mudah dan cuaca mendukung.

Selain itu, struktur tanah juga harus diteliti jika Anda berminat membuka lahan untuk pertanian atau perkebunan. Struktur tanah dengan kandungan organisme yang melimpah dan bermanfaat, seperti cacing tanah, cocok dijadikan tempat untuk kegiatan tersebut. Hal itu terjadi karena tanah mendapat penggemburan secara alami dari organisme, sehingga memiliki zat hara dan protein yang sangat bermanfaat bagi tanaman yang akan ditanam.

Penelitian struktur tanah juga berguna untuk Anda yang sedang meneliti perubahan iklim sebuah wilayah. Sehingga, mereka dapat mencegah terjadinya bencana alam yang dapat mengganggu pemukiman terdekat dan makhluk hidup di tempat tersebut.


Faktor yang memengaruhi struktur tanah

Kondisi dari struktur tanah juga dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Faktor inilah yang membuat suatu tanah memiliki warna hingga tekstur khas. Berikut ini faktor-faktor tersebut:


1. Komposisi material penyusun tanah

Setiap tanah memiliki karakteristik berbeda, tergantung dari material pembentuknya seperti warna, tekstur, kandungan material, hingga strukturnya. Misalnya, tanah yang berasal dari bebatuan berwarna merah akan menghasilkan warna tanah merah. Sedangkan, tanah yang dipenuhi material seperti pasir dan bebatuan akan menghasilkan warna tanah yang lebih terang.


2. Iklim atau cuaca

Selain itu, iklim atau cuaca juga dapat memengaruhi struktur tanah. Komponen tersebut memengaruhi kegiatan yang dapat dilakukan oleh makhluk hidup di lingkungan terdekat serta proses pembentukan tanah baru.

Struktur tanah pada daerah yang sering diguyur hujan akan cenderung lembek dan berlumpur akibat banyaknya kandungan air pada tempat tersebut. Hal ini juga membuat tanah dapat dengan mudah digenangi air dalam intensitas banyak, serta dapat menjadi tempat hidup bagi satwa amfibi hingga ikan.

Sementara itu, struktur tanah yang berada di pegunungan termasuk cocok untuk digunakan sebagai tempat bercocok tanam berkat iklim sejuk dan material yang kaya protein. Oleh karena itu, kita bisa dengan mudah melihat pepohonan yang menjulang tinggi di daerah pegunungan. Sebaliknya, tanah di lingkungan dengan iklim panas akan lebih gersang dan dipenuhi retakan karena kandungan air yang sangat sedikit dan tidak mendukung aktivitas makhluk hidup.


3. Kehidupan organisme

Banyaknya organisme di dalam tanah juga dapat memengaruhi kondisi dari struktur tanah. Sejumlah mikroorganisme dapat menghasilkan asam dan mengubah komposisi tanah yang memengaruhi proses pembentukan tanah. Hewan mikroba, misalnya, dapat menguraikan bahan organik dan mengembalikan produk dekomposisi, seperti kotoran hewan dan serangga, sehingga menghasilkan tambahan bahan organik yang berguna untuk kesuburan tanah.

Sementara itu, struktur tanah juga dapat berubah dari aktivitas hewan yang tinggal di bawah tanah, seperti tikus atau cacing, Mereka umumnya membuat tanah lebih mudah ditembus udara dan air sehingga dapat mengubah bentuk fisik dari tanah.


4. Topografi wilayah

Faktor yang juga dapat memengaruhi struktur tanah adalah topografi wilayah dari tanah. Bentuk permukaan tanah, mulai dari kemiringan dan posisinya, dapat memengaruhi pembentukan tanah. Misalnya, tanah yang berada di daerah pegunungan atau dataran tinggi memiliki sistem irigasi yang sangat baik. Hal tersebut dapat terjadi karena kondisi tanah dengan sudut miring atau curam dapat membantu perairan lebih cepat.


Ragam jenis struktur tanah

Karena faktor dan berbagai jenis proses pembentukannya, struktur tanah pun juga memiliki jenis-jenis yang berbeda. Berikut penjelasan masing-masingnya:


1. Struktur tanah prismatik (Prismatic)

Struktur tanah prismatik memiliki sumbu horizontal yang pendek dan berbentuk tidak bulat.


2. Struktur tanah gumpal membulat dan bersudut

Struktur tanah satu ini terdiri dari gumpalan tanah yang membulat. Seperti pada struktur gumpal membulat, tanah dengan struktur ini juga berbentuk menggumpal. Namun, sudut luar tanahnya bersifat lebih tajam.


3. Struktur tanah remah (crumb)

Tanah dengan struktur ini dapat ditemui di daerah yang memiliki curah hujan rendah, dengan karakteristik yang kering dan gumpalan tanahnya berpori.


4. Struktur tanah tiang (Columnar)

Struktur tanah ini memiliki sumbu horizontal yang lebih tinggi sehingga terlihat lebih lebar dengan bentuk cenderung bulat.


5. Struktur tanah granular (butiran)

Struktur tanah granular dapat terlihat dari bentuk tanahnya yang membulat dengan bagian sisinya tidak berpori. Tanah dengan struktur ini tidak terlalu kering dan memiliki sedikit kandungan air, sehingga masih bisa ditanami tanaman.


6. Struktur tanah lempeng (Platy)

Struktur tanah satu ini memiliki sumbu horizontal lebih panjang dan berbentuk gepeng seperti sebuah lempengan.


Jenis-jenis tekstur tanah

Selain struktur, tekstur tanah juga harus diperhatikan oleh tim pekerja saat melakukan survei. Setiap tanah memiliki tekstur berbeda, tergantung dari komposisi bahan pembentuk tanah. Jenis-jenis dari tekstur tanah adalah;


1. Tekstur tanah sedang

Tekstur tanah sedang pada umumnya mengandung kandungan pasir yang sangat banyak. Tekstur pasir di dalam tanah juga berbeda, tergantung dari iklim dan faktor lainnya. Kondisi lingkungan yang semakin kering biasanya akan membuat pasir menjadi lebih banyak.


2. Tekstur tanah halus

Pada tanah dengan tekstur halus, kandungan liat di dalamnya kurang-lebih sebesar 37,5 persen, sehingga tanah memiliki pori-pori yang kecil dan terasa lebih berat serta padat. Namun, pori-pori tanah akan membesar jika ditambahkan kandungan pasir yang cukup banyak ke dalam tanah.


3. Tekstur tanah kasar dan berpasir

Tekstur tanah kasar dan berpasir dapat ditemukan jika tanah tersebut memiliki unsur pasir hingga 70 persen. Tanah dengan kandungan pasir tinggi dapat ditemukan di daerah yang jarang diguyur hujan, seperti daerah gurun.

Geosintetik

Sampai sini, dapat diketahui bahwa permasalahan tanah bisa muncul ketika Anda melakukan survei. Jika hal ini terjadi, bukan berarti suatu tanah tidak bisa dibuat untuk mendirikan bangunan sama sekali. Namun, dibutuhkan penanganan khusus untuk solusinya, yakni geosintetik.

Suryolelono mengartikan geosintetik sebagai bahan tiruan yang berhubungan dengan alam dan bebatuan. Berasal dari kata geo yang artinya tanah dan sintetik sebagai tiruan, geosintetik merupakan bahan buatan yang sifatnya mirip dengan bahan alami di tanah. Penggunaan geosintetik biasanya terkait dengan pembangunan dan penyokong infrastruktur agar lebih kokoh sekalipun dibangun di daerah dengan struktur tanah kurang memadai.

Geosintetik sendiri merupakan temuan modern dalam dunia infrastruktur. Penggunaannya sangat bermanfaat untuk mengurangi beban pekerja saat proyek berlangsung sebagai solusi dari masalah yang dapat muncul selama pembangunan.

Geosintetik juga banyak digunakan pada pembangunan infrastruktur karena relatif seragam dari situs satu dan lainnya, berbeda dari bahan alami yang memiliki variasi berbeda. Selain itu, geosintetik pun cenderung ringan sehingga cukup mudah diangkut dan dipasang, cocok untuk dibawa ke daerah pembangunan yang harus menempuh medan sulit.

Selain itu, pemakaian bahan sintetik ini juga ternyata lebih ramah lingkungan karena mengurangi dampak dari galian, sehingga bekas proyek dapat kembali ditimbun dan permukaan tanah akan rata seperti semula. Penggunaan geosintetik pada infrastruktur dilakukan pertama kali pada tahun 1959, yakni geotekstil woven untuk sistem perairan di Florida. Setelah itu, Prancis juga menggunakan geotekstil non-woven untuk pembangunan bendungan DAM pada tahun 2017.


Fungsi geosintetik

Geosintetik sendiri memiliki sejumlah fungsi yang berguna bagi pembangunan agar dapat berjalan sesuai target. Fungsi tersebut adalah;


1. Separasi

Geosintetik berperan sebagai pemisah antara dua jenis lapisan tanah berbeda. Sehingga, kedua jenis tanah tersebut tidak akan tercampur dan menghambat pembangunan. Aplikasi penggunaannya dapat dilihat di jalan raya, rel kereta api, hingga reklamasi pantai.

Biasanya, pekerja akan memproses suatu struktur tanah secara bertahap, seperti dari bagian bawahnya terlebih dahulu. Setelah itu, mereka akan menutup tanah yang sudah diproses tersebut dan mulai mengerjakan lapisan tanah di bagian atasnya tanpa harus merusak bagian bawah tadi.


2. Stabilisasi

Geosintetik juga dapat menstabilkan beban pada permukaan tanah. Penggunaan fungsi ini biasanya diterapkan untuk pembangunan yang dilakukan pada tanah dengan struktur lembek atau lunak, seperti pembangunan jalan tol dan rel kereta api yang menembus daerah hutan.


3. Perkuatan

Fungsi geosintetik berikutnya adalah sebagai penopang infrastruktur yang dibangun di tengah daerah dengan kemiringan tinggi, seperti gunung atau di dekat lereng yang curam. Sedikit kesalahan dalam proyek dapat menyebabkan ketidakstabilan tanah dan longsor. Oleh karena itu, geosintetik dapat memperkuat tanah sehingga tidak mudah roboh. Aplikasi dari fungsi ini dapat dilihat saat pembangunan jalan atau terowongan yang menembus sebuah gunung atau bukit.


4. Filtrasi

Fungsi filtrasi melibatkan geosintetik sebagai pencegah masuknya partikel berbahaya ke dalam saluran air. Dengan begitu, air dapat mengalir lancar dan kotoran atau partikel yang tidak diinginkan dapat disaring seperti penyaluran pipa drainase.


5. Drainase

Geosintetik juga berperan dalam mengalirkan air dari tanah secara vertikal maupun horizontal. Pada drainase vertikal, drainase berfungsi mengalirkan air di lapisan tanah dasar ke permukaan untuk menciptakan efek konsolidasi. Sedangkan, drainase horizontal terlibat pada fungsi geosintetik untuk mengalirkan air di permukaan tanah ke saluran pembuangan akhir. Hal ini bisa dilihat dari lapangan bola yang dapat kering dengan cepat setelah diguyur hujan dalam waktu lama.


6. Lapis kedap

Geosintetik juga berperan penting dalam mencegah mengalirnya cairan serta limbah tertentu pada suatu tempat. Dengan begitu, tanah tidak akan mengalami kontaminasi dari hasil cairan tersebut. Hal itu terjadi karena senyawa tertentu dapat mengurangi kandungan unsur hara di dalam tanah sehingga menyebabkan kematian sejumlah mikroorganisme pendukung kesuburan tanah.

Pemakaiannya bisa terlihat pada pembangunan kolam limbah, danau buatan, hingga pembuangan sampah. Geosintetik berperan untuk mencegah sampah memasuki daerah yang tidak diinginkan.


7. Pembungkus

Geosintetik juga dapat digunakan sebagai pembungkus pasir atau mortar dan membentuk bantalan. Dengan begitu, Anda dapat membawa material untuk mendukung pembangunan di daerah berlokasi jauh dengan sumber daya atau material yang diperlukan.


8. Penahan erosi

Beberapa sifat tanah memiliki partikel yang mudah dibawa air, apalagi di daerah sarat air seperti pegunungan yang rawan erosi. Oleh karena itu, geosintetik dapat berperan sebagai penahan terjadinya erosi tersebut, sehingga pembangunan masih dapat dilanjutkan tanpa harus memakan korban.


Jenis-jenis Geosintetik

Sebagai solusi permasalahan tanah, geosintetik terbagi menjadi beberapa jenis. Berikut ini jenis-jenisnya yang umum digunakan dalam berbagai pengerjaan konstruksi tanah:


1. Geotekstil

Geotekstil merupakan jenis geosintetik yang sering digunakan untuk sejumlah proyek infrastruktur. Material geosintetik sendiri terdiri dari dua jenis utama, yakni woven dan non-woven. Geotekstil non-woven merupakan struktur yang terbuat dari jaring dan membentuk serat tiga dimensi yang kompleks.

Material ini sangat berguna untuk menstabilkan jalan dan lereng, pengendalian erosi, serta mendukung drainase bawah tanah. Karena itulah, geotekstil non-woven sering digunakan untuk pembangunan jalan atau rel kereta api yang menembus dataran tinggi atau reklamasi pantai. Hal ini dilakukan karena kemampuannya dalam menahan beban kuat.

Sementara itu, geotekstil woven adalah jenis geosintetik yang juga terbuat dari serat kompleks, namun ditenun sehingga lebih teratur. Jenis geosintetik ini sering digunakan untuk pembuatan jalan agar tanah yang berada di bawah jalanan atau trotoar menjadi stabil. Material ini sering digunakan untuk pembangunan jalan yang menembus hutan atau untuk membuka lahan kosong. Hal ini dilakukan karena struktur tanah pada medan seperti ini cenderung tidak stabil dan berair.


2. Geonet

Geonet merupakan material geosintetik yang juga berbentuk serat, lalu dianyam dengan jarak yang lebih renggang jika dibandingkan dengan geotekstil woven. Jenis geosintetik satu ini sering digunakan untuk drainase pranalar, yakni drainase yang berfungsi untuk mengurangi jumlah air berlebih di daerah tertentu.


3. Geocell

Geocell menjadi jenis geosintetik yang sering digunakan dalam banyak proyek konstruksi. Jenis geosintetik ini berperan sebagai pendukung pondasi bangunan agar tanah tempat membangun pondasi jadi lebih kuat dan tidak gampang ambles. Umumnya, geocell digunakan pada pembangunan infrastruktur di lereng bukit yang curam atau daerah pegunungan.

Geocell memiliki dua jenis yang berbeda, yaitu smooth dan textured. Dalam proyek konstruksi, tentu keduanya memiliki kegunaan atau manfaat yang berbeda. Tipe smooth berbentuk seperti seng polos yang elastis. Tipe ini sering digunakan pada konstruksi jembatan atau jalan tol untuk menopang kendaraan yang lewat.

Sementara itu, tipe textured juga berbentuk seperti seng, tapi dengan permukaan yang memiliki lubang udara seperti sarang lebah. Material ini biasa digunakan untuk memperkuat pondasi di daerah dengan struktur tanah tidak stabil.


4. Geomats

Geomats merupakan jenis geosintetik yang banyak digunakan dalam proyek konstruksi di daerah konstruksi dengan kemiringan tinggi. Material ini berbentuk seperti karpet yang terbuat dari kawat dan bersifat kaku. Fungsi utama dari geomats adalah memperkuat tanah agar tidak gampang longsor, terutama jika terdapat bangunan di atas tanah tersebut.


5. Geosynthetics Clay Liner (GCL)

Jenis geosintetik ini merupakan material yang diproduksi khusus untuk kebutuhan proyek konstruksi yang berhubungan dengan infrastruktur. GCL digunakan untuk memperkuat pondasi bangunan agar lebih kokoh dan tahan lama.


6. Geomembran

Geomembran merupakan salah satu jenis geosintetik yang banyak digunakan di Indonesia. Material ini bersifat kedap air sehingga sering digunakan untuk membangun tempat pembuangan limbah atau tempat sampah. Tujuannya agar cairan ataupun material yang berbahaya untuk lingkungan tidak mudah merembes keluar.


Pengecekan struktur tanah sangat penting dilakukan, sehingga pekerja dapat memikirkan teknik pemasangan pondasi yang sesuai dengan kondisi tanah. Dari pengecekan pula, Anda bisa tahu teknik yang harus dilakukan guna mengamankan kekuatan tanah agar tidak mudah ambles maupun goyah saat menopang bangunan. Solusinya adalah menggunakan material geosintetik berkualitas tinggi, seperti yang disediakan Geosinindo.

Sebagai penyedia material kebutuhan aneka proyek konstruksi, Geosinindo dapat membantu Anda mendapatkan bahan geosintetik terbaik seperti geotekstil woven maupun non-woven. Setiap produk dipastikan telah lolos uji standar demi memberikan material berkualitas terbaik untuk Anda. Segera hubungi Geosinindo melalui WhatsApp untuk konsultasi dan pemesanan material. Pastikan juga follow Instagram Geosinindo untuk melihat produk-produk yang ditawarkan.