banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner

Proteksi Lereng Sungai Dari Gelombang Bono Pulau Muda – Riau, 2010

gbr01

LATAR BELAKANG

gbr02

Pada Sungai Kampar terdapat muara sungai berbentuk seperti huruf ”V”, dimana massa air masuk melalui mulut teluk yang lebar kemudian tertahan sehingga air laut pasang memenuhi kawasan muara. Massa air yang telah terkumpul itu kemudian terdorong ke arah hulu yang menyebabkan semacam efek tekanan kuat ketika melewati areal yang menyempit dan dangkal secara konstan di mulut teluk. Hal ini menimbulkan gelombang yang bervariasi pada hulu teluk. Tinggi gelombang yang terbentuk dapat mencapai 4 m. Fenomena gelombang besar ini dikenal dengan nama arus pasang Bono.

Permasalahan yang ditimbulkan oleh arus pasang Bono ini adalah peristiwa erosi yang mengikis lereng sungai  dan pendangkalan yang mengakibatkan terganggunya operasional sandar muat ponton pengangkut kayu dari salah satu perusahaan industri kertas terkemuka di Indonesia.

Foto berikut ini menunjukkan kondisi tepi sungai akibat pengikisan dan pendangkalan oleh gelombang pasang Bono.

gbr03

Struktur awal yang digunakan untuk menanggulangi permasalahan ini adalah menggunakan konstruksi sheetpile, namun sayangnya struktur ini tidak bertahan lama dan mengalami kegagalan. Dan sebagai alternatif struktur lain akan digunakan Geotube.

APLIKASI GEOTUBE DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN

gbr04

Geotube merupakan suatu struktur berbentuk turbular, terbuat dari geotekstil kuat tarik tinggi (high strength geotextile) yang diisikan material pasir di dalamnya. Sistem ini mempunyai beberapa keunggulan seperti biaya konstruksi yang relatif rendah terutama jika material pengisi berupa pasir tersedia di lokasi proyek, waktu pelaksanaan konstruksi yang cepat serta dapat dilakukan di dalam air dengan kedalaman tertentu.

gbr05

Struktur Geotube dapat diaplikasikan pada berbagai jenis konstruksi seperti bangunan pemecah gelombang (breakwater), dinding penahan tanah, pereduksi gelombang (offshore breakwater).

Dan untuk menunjang pencapaian yang optimal dan baik, material geotekstil yang digunakan haruslah mempunyai kuat tarik yang tinggi guna menahan gaya yang timbul selama masa pelaksanaan dan masa pelayanan serta mempunyai ukuran bukaan dan kemampuan peremabilitas yang baik sehingga pelaksanaan dapat berjalan dengan cepat dan baik.

Berdasarkan data-data yang tersedia seperti data tanah, data gelombang, data beban dan yang lain sebagainya, melalui penggunaan software “Geocops” dan analisa stabilitas lain, diperoleh hasil bahwa struktur Geotube dimungkinkan diaplikasikan pada proyek ini yaitu menggunakan Geotube tipe GT1000 dengan kuat tarik batas sebesar 200 kN/m serta penggunaan geotekstil komposit Polyfelt PEC 100 sebagai perkuatan dasar struktur. Dan untuk melindungi geotube dari kerusakan akibat tusukan benda-benda tajam seperti batang-batang kayu maka diberikan struktur pelindung berupa geomembran atau konstruksi matras beton. Pola pemasangan dan susunan dari Geotube seperti terlihat pada gambar berikut ini.

gbr06

FOTO-FOTO PROYEK

foto1 foto2

foto3 foto4

foto5 foto6

sole distributor for